Site Loader

Menurut
Tata Sutabri (2003) “Suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang
erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk
mencapai tujuan tertentu”. Dari definisi ini dapat di rinci lebih lanjut
pengertian system secara umum sebagai berikut ini :

            1. Setiap sistem pastinya terdiri dari
unsur-unsur. Misalnya sistem pernapasan kita sistem pernapasan kita terdiri
dari suatu kelompok unsur yang di bagi menjadi hidung,saluran
pernapasan,paru-paru,dan darah. Unsur-unsur suatu sistem terdiri dari subsistem
yang lebih kecil.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

            2. Unsur system tersebut bekerja
sama untuk mencapai tujuan system. Setiap system pun juga mempunyai tujuan
masing-masing system pernapasan kita bertujuan menyediakan oksigen dan
pembuangan karbondioksida dari tubuh kita bagi kepentingan kelangsungan hidup
kita.

Setiap
sistem dibuat untuk menangani suatu yang berulang kali atau yang secara rutin
terjadi. Pendekatan sistem merupakan suatu persepsi tentang struktur yang
mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan dan operasi-operasi. Suatu sistem operasi
yang modern merupakan suatu sistem yang besar dan kompleks sehingga strukturnya
harus dirancang dengan hati-hati dan saksama supaya dapat berfungsi seperti
yang diinginkan serta dapat dimodifikasi dengan mudah.

Menurut
Tata Sutabri (2012:13) Model umum sebuah sistem terdiri dari input, proses, dan
output. Hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana mengikuti
sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran sekaligus. Selain
itu sebuah sistem juga memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yang
mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem. Adapun
karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut:

a. Komponen Sistem (Components) Suatu sistem terdiri dari sejumlah
komponen yang saling berinteraksi, yang bekerja sama membentuk satu kesatuan.
Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap
subsistem memiliki sifat-sifat sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu
dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan..

b. Batasan Sistem (Boundary) Ruang lingkup sistem merupakan
daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem lainnya atau sistem dengan
lingkup luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai
satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.

c. Lingkup Luar Sistem (Environtment) Bentuk apapun yang ada di
luar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem
tersebut disebut dengan lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini
dapat menguntungkan dan dapat juga merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar
yang menguntungkan merupakan energi bagi sistem tersebut.

d. Penghubung Sistem (Interface) Media yang menghubungkan sistem
dengan subsistem yang lain disebut dengan penghubung sistem atau interface.
Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke
subsistem yang lain-lainnya. Keluaran suatu subsistem akan menjadi masukan
untuk subsistem yang lain dengan melewati penghubung.

e. Masukan Sistem (Input) Energi yang dimasukan kedalam sistem
disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input)
dan sinyal (signal
input). Sebagai contoh, didalam suatu unit sistem komputer,
“program” adalah maintenance input yang digunakan untuk
mengoperasikan komputer. Sementara “data” adalah signal input yang
akan dan bakal diolah menjadi sebuah informasi yang sangatlah penting .

f. Keluaran Sistem (Output) Hasil energi yang diolah dan
diklasifikasikan menajadi keluaran yag berguna. Keluaran ini merupakan masukan
bagi subsistem yang lain.Seperti contoh sistem informasi, keluaran yang
dihasilkan adalah informasi, di mana informasi ini dapat digunakan sebagai
masukan untuk pengambilan keputusan atau lain yang merupakan input bagi
subsistem lainnya.

g. Pengolahan Sistem (Procces) Suatu sistem dapat mempunyai suatu
proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran. Sebagai contoh, sistem
akuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang
dibutuhkan oleh pihak manajemen.

h. Sasaran Sistem (Objective) Suatu sistem memiliki tujuan dan
sasaran yang pasti dan bersifat deterministik. Kalau suatu sistem tidak mempunyai
atau memiliki sasaran, maka operasi
sistem tida ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran
atau tujuan yang telah direncanakan.

 

Klasifikasi
Sistem  

Menurut
Tata Sutabri (2012 : 15) Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu
komponen dengan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk
setiap kasus yang terjadi di dalam sistem tersebut. Oleh karena itu sistem
dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan, seperti contoh sistem
yang bersifat abstrak, sistem alamiah, sistem yang bersifat penting
deterministik, dan sistem yang bersifat terbuka maupun tertutup.

a.
Sistem abstrak dan sistem fisik Sistem abstrak
adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara
fisik, misalnya sistem teologi, yaitu suatu system-sistem  yang berupa pemikiran tentang hubungan antara
manusia dengan Tuhan, sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada dan secara
fisik, dan seperti sebuah sistem komputer,

b. Sistem alamiah dan sistem buatan manusia Sistem alamiah adalah sistem
yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia, misalnya sistem
perputaran bumi, terjadinya siang malam, dan pergantian musim. Sedangkan sistem
buatan manusia merupakan sistem yang melibatkan hubungan manusia dengan mesin,
yang disebut dengan human machine system.

c. Sistem deterministik dan sistem probabilistic Sistem yang beroprasi
dengan tingkah laku yang dapat diprediksi disebut sistem deterministik. Sistem
komputer adalah contoh dari sistem yang tingkah lakunya dapat dipastikan
berdasarkan program-program komputer yang dijalankan. Sedangkan sistem yang
bersifat probabilistik adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat dan
akan diprediksi, karena mengandung sebuah unsur-unsur probabilitas.

d. Sistem terbuka dan sistem tertutup Sistem tertutup merupakan sistem yang
tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini
bekerja. secara otomatis tanpa ada campur tangan dari pihak luar. Sedangkan
sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan
luarnya, yang menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk subsistem
lainnya.

 

Nilai
Informasi

Menurut
Tata Sutabri (2012 : 30) Nilai dari informasi ditentukan dari dua hal, yaitu
manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai
apabila manfaat yang diperoleh lebih berharga dibandingkan dengan biaya untuk
mendapatkannya., karena sebagian besar informasi digunakan tidak hanya oleh satu
pihak saja tetapi di dalam perusahaan.
Keuntungan dari sebagian besar informasi tidak dapat dihitung dengan suatu
nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektifitasnya. Nilai informas. Ini pun juga didasarkan atas 10
sifat, yaitu:

a.
Mudah diperoleh Sifat ini pun menunjukan kemudahan
dan kecepatan untuk memperoleh sebuah informasi. Kecepatannya pun juga dapat
diukur, misalnya 1 menit versus 24 jam.

b. Luas dan lengkap Sifat ini menunjukan kelengkapan isi informasi. Hal ini
tidak hanya mengenai volumenya, akan tetapi juga mengenai keluaran
informasinya. Sifat ini sangat kabur dan oleh karena itu ini sangatlah susah
dan sangatlah sulit untuk mengukurnya.

c.
Ketelitian Sifat ini berhubungan dengan tingkat
kebebasan kesalahan keluaran informasi. pada volume data besar terdapat dua
kesalahan, yakni kesalahan pencatatan dan kesalahan perhitungan.

d. Kecocokan Sifat ini menunjukan seberapa baik keluaran informasi dalam
berhubungannya dengan permintaan para pemakai. Isi informasi harus ada
hubungannya dengan masalah yang sedang dihadapi sedangkan semua keluaran yang
lainnya tidak berguna. Sifat ini sulit untuk diukur.

e. Ketepatan Waktu Sifat ini berhubungan dengan waktu yang dilalui, yang
lebih pendek dari siklus untuk mendapatkan informasi. Masukan, pengolahan, dan
pelaporan keluaran kepada para pemakainya, biasanya pun juga sangatlah efektif
dan sangatlah tepat pada waktunya.

f. Kejelasan Sifat ini menunjukan tingkat kejelasan informasi. Informasi
hendaknya terbatas dari istilah-istilah yang menunjukkan kesangatlah tidak
jelas dan kesangatlah tidak masuk akal.

g. Keluwesan Sifat ini berhubungan dengan apakah informasi tersebut dapat
digunakan untuk membuat lebih dari satu keputusan, tetapi juga apakah dapat
digunakan untuk lebih dari seorang pengambil keputusan. Sifat ini sulit diukur,
akan tetapi dalam beberapa hal dapat juga diukur.

h. Dapat dibuktikan Sifat ini menunjukan sejauh mana informasi itu dapat
diuji oleh beberapa pemakainya sehingga sampai didapatkan kesimpulannya yang
jelas maupun yang sama.

i. Tidak ada prasangka Sifat ini berhubungan dengan ada tidaknya keinginan
untuk mengubah nformasi tersebut guna untuk mendapatkan kesimpulan yang telah
diarahkan sebelumnya.

j. Dapat diukur Sifat ini menunjukan hakikat informasi yang dihasilkan
oleh sistem informasi formal. Meskipun kabar angin, desas-desus, dugaan-dugaan,
klenik, dan lainnya juga sering dianggap sebagai informasi, namun halhal
tersebut berada di luar lingkup pembahasan kita.

Kualitas
Informasi

 Menurut Tata Sutabri (2012 : 33) Kualitas dari
suatu informasi tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus akurat (accurate),
tepat waktu (timelines) dan relevan (relevance).

 

Studi Kasus

Misalnya permasalahan
didalam sebuah stuktur system organisasi di perusahaan, penerapan struktur
system organisasi yang di gunakan oleh PT.XXX ini yang sebuah lahan bisnisnya merupakan
pengembangan suatu kota satelit di daerah Kalimantan timur. System struktur
organisasinya yang di gunakan ini merupakan merupakan gabungan dari beberapa
struktur organisasi teoritis yang ada. Berdasarkan tinjauan materi, proposal
ini belum pernah di teliti sehingga keaslian nya dapat di pertanggungjawabkan.
Sistem struktur organisasi gabungan ini di tinjau dari strukturnya sangatlah
beragam. Pada dasarnya sisitem ini melibatkan hubungan antara pemilik,
konsoltan perencana dan kontraktor yang mana di dalam sebuah unsur pemilik
berkembang beberapa divisi manajemen yang ada pada operasionalnya sangat
membantu pemilik dalam menjalankan tugas-tugas dan fungsi-fungsinya. System
struktur organisasi ini sangat bermanfaat pada perusahaan-perusahaan yang besar
dan mempunyai sebuah nama di kalangan masyarakat  sebagai bahan perbandingan kajian terhadap
system struktur organisasi yang di gunakannya. System struktur organisasi
banyak sekali macamnya, mulai dari yang bersifat tradisional sampai
professional. Penerapannya sendiri dapat berbeda-beda dan banyak factor yang
menentukan besar kecilnya sebuah perusahaan , luas sempitnya jaringan usaha,
jumlah karyawan, tujuan perusahaan dan sebagainya. Beragamnya sebuah system
struktur organisasi tersebut di mungkinkan bahwa suatu perusahaan A cocok
menggunakan system struktur organisasi B, tetapi perusahaan C atau yang lain
belumlah tentu cocok menggunakan struktur system organisasi B. suatu perusahaan
dalam rangka mencapai tujuannya selalu menggunakan struktur organisasi sebagai
wadah segala kegiatannya, tetapi untuk penerapan system struktur organisasinya
tergantung dari kondisi perusahaan yang bersangkutan. Hal ini merupakan suatu
masalah bagi setiap perusahaan dalam menerapkan struktur organisasi mana yang
cocok sehingga untuk itu setiap perusahaan membutuhkan waktu dan pengamatan
yang khusus dalam memilih system struktur organisasi yang tepat dan yang
sesuai.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Erica!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out